KECELAKAAN KERETA API, DI CICALENGKA BANDUNG, PAKAR SEBUT PERLU SISTEM PEMBERHENTIAN OTOMATIS WALAU HARGANYA MAHAL
Straight News oleh Nabila Rahmawati (202210415102)
KECELAKAAN KERETA API, DI CICALENGKA BANDUNG, PAKAR SEBUT PERLU SISTEM PEMBERHENTIAN OTOMATIS WALAU HARGANYA MAHAL
Tabrakan KA Turangga dan Kereta Commuter Line Bandung Raya terjadi di jalur tunggal antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka, Jumat (05/01) pagi. Isu keselamatan dan proyek pembangunan jalur ganda pun mencuat.
Pada jalur kecelakaan dua kereta ini, pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, sebenarnya tengah menjalankan pembangunan jalur ganda kereta.
Dalam berbagai kesempatan, otoritas perhubungan menyebut proyek jalur baru kereta baru itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna kereta, yaitu menangkas waktu tempuh.
Aspek keselamatan tidak pernah disebut sebagai tujuan utama pembangunan jalur ganda tersebut.
Pada Februari 2022, misalnya, Direktur Prasarana Perkeretaan di Kemenhub, Harno Trimadi, menyebut proyek jalur ganda itu akan memperpendek waktu tempuh dan berpotensi meningkatkan jumlah penumpang hingga 25%.
“Keberadaan jalur ganda memangkas waktu tempuh dari jalur Bandung-Cicalengka yang selama ini menghabiskan waktu 43 menit. Diharapkan dengan pembangunan double track ini, bisa ditempuh dalam waktu 30 menit”, kata Harno pada waktu itu.
Pada Desember lalu, Harno divonis lima tahun penjara dalam kasus suap pengerjaan perbaikan perlintasan kereta sebidang di Jawa dan Sumatra tahun anggaran 2022.
KROLOGI TABRAKAN KERETA
Saat tabrakan kereta terjadi pada Jumat (05/01), Commuter Line Bandung Raya baru saja meninggalkan Stasiun Haurpugur dan tengah menuju tujuan akhirnya di Stasiun Cicalengka. Sementara itu, Kereta Api Turangga sudah melewati Stasiun Garut dan dalam perjalanan ke Stasiun Bandung.
Humas Daop 2 Bandung Ayep Hanapi berkata, dua kereta ini bertabrakan di petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka pada pukul 06.03 WIB. Tabrakan terjadi di jalur tunggal.
Dalam prosedur lalu lintas di jalur Haurpugur-Cicalengka, hanya satu kereta yang boleh melintas di jalur tunggal itu.
Ayep berkata, jalur tunggal itu diprioritaskan untuk kereta jarak jauh. Artinya, kereta lokal harus berhenti dan menunggu jalur itu kosong.
“Kereta lokal menunggu di stasiun, setelah kilometer aman barulah kereta itu boleh melanjutkan perjalanan,” ujar Ayep.
“Intinya untuk jalur Cicalengka-Haurpugur, dalam satu petak jalan hanya boleh ada satu kereta api,” ucapnya.
Namun hingga saat ini, PT KAI menyatakan belum bisa menyimpulkan penyebab tabrakan antara KA Turangga dan Kereta Commuter Line Bandung Raya.
ADA YANG TERLEMPAR KE BAWAH, ADA YANG TENGKURAP
Dalam video yang beredar di media sosial, tabrakan itu menyebabkan beberapa gerbong keluar dari rel dan ada pula yang terangkat.
Seorang saksi mata di salah satu kereta api, Herry Aliyudin, menceritakan pengalamannya dalam peristiwa nahas itu kepada wartawan di Bandung, Yuli Saputra, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
Pagi itu, Herry yang duduk di gerbong nomor 3 bersiap untuk turun kereta karena tak lama lagi KA Turangga yang ditumpanginya akan segera sampai tempat tujuan akhir, yakni Stasiun Bandung.
Sesaat setelah pramugara mengambil selimutnya, tiba-tiba dia merasakan keretanya, mengerem secara mendadak. Tak lama kemudian, terasa suatu benturan. Tangannya refleks memegang kursi di depannya.
“Saya lihat di sekeliling saya itu sudah banyak yang terlempar, masih di dalam gerbong tiga. Jadi ada yang terlempar ke bawah, ada yang tengkurap,” ujar Herry, Jumat (05/01).
“Bahkan ada anak kecil yang memang dia tengkurap, dia sudah keluar dari kursinya. Kemudian semua barang bawaan yang di atas itu hampir semua jatuh ke bawah. Termasuk koper yang saya bawa sudah enggak tahu dimana,” terangnya kemudian.
Herrt hanya mengalami sedikit luka di kakinya, namun beberapa penumpang tampak terluka parah, kata Herry, “ada yang hidungnya kelihatan berdarah, ada yang pelipisnya berdarah”.
Semula dia mengira kereta mengalami anjlok, namun ketika dia memberanikan diri keluar pintu, tampak di depannya lokomotif kereta berada di atas lokomotif KA Turangga.
“Saya lihat lokomotif lain, yaitu lokomotif kereta lokal itu sudah naik ke atas, di atas lokomotif KA Turangga ini, Saya bilang ini tabrakan kita,” tuturnya.
Ketika keluar kereta, dia melihat pramugara yang beberapa menit sebelumnya mengambil selimutnya, terjepit di antara rangkaian gerbong yang ringsek.
“Saya lihat tangannya masih minta bantuan,” katanya.
“Dia itu posisinya di gerbong empat, kalau nggak salah, dia ke gerbong empat dengan kereta makan itu, jadi terjepit gitu si pramugara.”
JUMLAH KORBAN JIWA dan LUKA
Pada jumat (05/01) malam, Direktur Jenderal Perkeretapian, Risal Wasal, melaporkan bahwa korban meninggal yang sudah teridentifikasi berjumlah empat orang, sementara 37 orang dalam kondisi luka.
Dia memastikan tak ada korban jiwa dari pihak penumpang.
“Korban meninggal terdiri dari satu orang masinis, satu orang asisten masinis, satu orang petugas keamanan Stasiun Cimekar, serta pernyataan tertulis yang diterima BBC News Indonesia, Jumat (05/01) malam.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat melaporkan terdapat setidaknya tiga korban tewas akibat kecelakaan ini. Tiga korban itu adalah masinis dan asisten masinis kereta Commuter Line Bandung Raya serta seorang pramugara di KA Turangga.
Namun sekitar pukul 11.30 WIB, muncul perkembangan terbaru soal jumlah korbang tewas ini. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, yang berada di lokasi kejadian, menyebut korban yang sudah dipastikan tewas berjumlah dua, yaitu masinis dan asisten masinis kereta Commuter Line Bandung Raya.
Namun, kata Muhadjir, merujuk sejumlah otoritas di lokasi kecelakaan, terdapat dua orang yang hingga saat ini masih berada di dalam gerbong. Tim penyelamat yang dikoordinasikan Basarnas tengah berupaya mengevakuasi dua korban ini.
Pada jumat sore, PT KAI secara resmi menyatakan bahwa dua korban yang masih berada di dalam gerbong itu juga telah meninggal. Keduanya adalah seorang pramugara KA Turangga dan seorang sekuriti.
Saat tabrakan terjadi, KA Turangga membawa 287 penumpang, kata Ayep Hanapi, Juru Bicara PT KAI DAOP 2. Adapun kereta commuter Line Bandung Raya mengankut 191 penumpang.
Dampak dari tabrakan ini, jalur rel antara Haurpugur-Cicalengka “untuk sementara tidak dapat dilalui” kata pejabat KAI, dalam keterangan tertulisnya.
Mereka kemudian meminta maaf atas terganggunya pelayanan akibat kecelakaan itu, ujar EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji, Jumat (05/01).
Komentar
Posting Komentar