Resensi Film Keluarga Cemara

 Resensi Film oleh Muhammad Bachrul Anam (202210415316)

Judul Film : Keluarga Cemara

Jenis : Film Keluarga, Anak dan Keluarga, Indonesia, Drama, Film Adaptasi Buku

Sutradara : Yandy Laurens

Produksi : Visinema Pictures

Tahun Produksi : 2018

Pemain : Ringgo Agus (Abah)

Nirina Zubir (Emak)

Zara Adhisty (Euis)

Widuri Puteri (Ara)

  • Sinopsis Film

Film Keluarga Cemara menceritakan kisah tentang sebuah keluarga di Jakarta yang awalnya  menikmati kehidupan berkecukupan, namun harus menghadapi kebangkrutan yang memaksa  mereka untuk pindah ke sebuah desa terpencil. Di lingkungan baru ini, mereka harus  beradaptasi dengan perubahan tersebut. Abah, yang sebelumnya memiliki pekerjaan mapan,  kini menjadi seorang driver ojek online dengan penghasilan yang tidak menentu. 

Anak pertama, Euis (Adhisty Zara), merasakan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan  baru, sementara adiknya, Ara (Widuri Putri Sasono), masih belum sepenuhnya mengerti arti  kebangkrutan yang dialami keluarganya. Awalnya, keluarga ini memiliki niat untuk kembali ke  Jakarta dengan menjual tanah rumah warisan mereka di desa. Namun, pada akhirnya, mereka  memutuskan untuk tetap tinggal setelah menyadari bahwa di rumah sederhana di desa inilah  mereka menemukan makna sejati tentang kasih sayang. 

Meskipun menghadapi kesulitan, keluarga ini bersatu untuk mengatasi rintangan yang datang,  sambil belajar menghargai nilai-nilai kekeluargaan dan melawan kesulitan dengan kekuatan  persatuan. Kisah keluarga ini semakin menarik dengan kelahiran anak ketiga, yang membawa  kebahagiaan tambahan dalam kehidupan mereka. 

  • Kelebihan Film 

Film Keluarga Cemara memiliki banyak pesan-pesan dan nilai-nilai kehidupan berarti yang  bisa kita jadikan Pelajaran. Selain itu alur cerita film ini juga menarik sehingga tidak  membosankan untuk di tonton. Film ini mengingatkan kita tentang betapa berharganya  keluarga. 

  • Kekurangan Film 

Ada beberapa adegan yang kesannya seperti di lebih lebihkan. Selain itu sering muncul promosi  yang berlebihan ditengah film.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Up

Resensi Film Fetih 1453

Resensi Film The School for Good and Evil