Resensi Film Mencuri Raden Saleh
Resensi Film oleh Handika Bahtiar (202210415169)
- Identitas Film
Judul : Mencuri Raden Saleh
Jenis Film : Action, Crime, Drama
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Produser : Cristian Imanuell
Produksi : Visinema Pictures
Pemeran : Iqbaal Ramadhan, Angga Yunanda, Rachel Amanda, Umay Shahab, Aghniny Haque, Ari Irham
Tanggal Rilis : 25 Agustus 2022
Durasi : 154 menit
- Sinopsis Film
Film ini bercerita tentang sekelompok anak muda yang mempunyai rencana untuk mencuri sebuah lukisan karya sang maestro yaitu Raden Saleh yang disimpan di istana negara. Mereka pun membentuk tim dan menyusun sebuah rencana mulai dari pemalsuan, peretasan, sampai manipulasi. Sekelompok anak muda ini terdiri dari Piko yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan yang merupakan seorang mahasiswa seni rupa. Piko kerap mencari uang dari memalsukan lukisan. Sedangkan, Ucup yang dibintangi oleh Angga Yunanda merupakan seorang hacker atau peretas. Selanjutnya ada Sarah yang diperankan oleh Aghniny Haque, seorang atlet bela diri, Gofar yang diperankan oleh Umay Shahab merupakan seorang mekanik, Tuktuk yang diperankan oleh Ari Irham seorang pembalap liar, dan Fella yang diperankan oleh Rachel Amanda yaitu seorang bandar judi kampur. Mereka semua dapat terbentuk karena sama-sama mengincar uang yang ditawarkan dari imbalan pencurian tersebut.
Mulanya, Ucup (Angga Yunanda) membantu Piko (Iqbal Ramadhan) untuk mendapatkan uang dengan menjual lukisan palsu yang dibuat Piko ke Dini (Atiqah Hasiholan). Rupanya, Dini merupakan anak buah Permadi (Tio Pakusadewo) yang seorang mantan presiden. Setelah itu, Permadi memberi penawaran kepada Ucup dan Piko untuk membuat satu lukisan palsu lagi, yaitu lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh. Namun kali ini, Permadi meminta Ucup dan Piko untuk menukar lukisan palsu itu dengan yang asli di Istana Negara.Ucup dan Piko yang tergiur dengan bayaran yang ditawarkan Permadi pun menyanggupi permintaan itu. Mereka kemudian merekrut Sarah (Aghniny Haque), Fella (Rachel Amanda), Tuktuk (Ari Irham), dan Gofar (Umay Shahab), lalu menyusun rencana. Namun rencana itu gagal, meski Permadi tetap berhasil mendapat lukisan Raden Saleh yang asli karena mengecoh aparat. Piko dan Ucup pun tak terima karena mereka menjadi kambing hitam. Akhirnya, mereka menyusun rencana lagi untuk merebut lukisan Raden Saleh yang asli dengan mendekati Rama (Muhammad Khan), anak Permadi.
- Kelebihan
Alur film yang berhasil memancing emosi penonton, seperti kesal, gemas dan ikut terbawa emosi lainnya dalam setiap scene yang ditampilkan. Selain itu, film ini sangat baik pada scene action-nya.
- Kekurangan
Film ini seakan akan melupakan hal ini di paruh akhir film. Padahal ini bisa menjadi hambatan Ketika misi kedua, nyatanya tidak sama sekali. Identitas Ucup tak pernah diungkit kembali dan tidak menjadi penghalang bahkan tidak dicari sama sekali.
Komentar
Posting Komentar