Resensi Film Suzzana Malam Jumat Kliwon, Balas Dendam Sundel Bolong
Resensi Film oleh Hetty Alya Shinta (202210415165)
A. IDENTITAS FILM
Judul : Suzzana: Malam Jumat Kliwon
Jenis Film : Horor
Sutradara : Guntur Soeharjanto
Penulis Skenario : Tumpal Tampubolon, Ferry Lesmana, Sunil Soraya
Produksi : Soraya Intercine Film
Pemeran Utama : Luna Maya, Achmad Megantara, Tyo Pakusadewo Bahasa : Indonesia
B. SINOPSIS FILM
Kisah film ini berlatar tahun 1980-an dan berkisah tentang pasangan bernama Suzzana (Luna Maya) dan Surya (Ahmad Meghantala). Mereka memiliki hubungan yang cukup lama dan sangat saling mencintai. Hubungan Susanna dan Surya pun memasuki babak baru seiring rencana mereka untuk menikah. Namun, rencana ini dipersulit oleh masalah besar. Ternyata orang tua Susanna terlilit hutang.
Utang dengan jumlah besar itu berasal dari Raden Aryo (Tio Pakusadewo), juragan sekaligus orang terkaya di desa. Orang tua Suzzanna tidak memiliki cukup uang, sehingga meminta cara lain agar bisa menebus utang tersebut. Raden Aryo kemudian memberi satu persyaratan agar utang itu dianggap lunas. Ia ingin Suzzanna menikah dengannya dan menjadi istri kedua.
Mereka tidak punya pilihan lain dan menuruti permintaan Raden Alyo. Hubungan Susannah dengan Surya pun berakhir dengan pernikahan paksa. Beberapa saat setelah pernikahan mereka, Susanna segera mengandung anak pertama Raden Alyo. Keadaan tersebut rupanya menimbulkan kecemburuan istri pertama Alyo, Minati (Sally Marcellina), yang tidak mampu melahirkan anak.
Minati akhirnya mendatangi dukun sakti untuk meminta bantuan. Ia ingin menyantet Suzzanna yang saat itu tengah hamil tua. Upaya santet itu berhasil sehingga Suzzanna meninggal dunia dalam keadaan mengandung bayi dan tepat pada malam Jumat Kliwon. Namun, kematian itu ternyata tidak membuat Suzzanna benar-benar hilang. Ia masih muncul dengan wujud sundel bolong, hantu perempuan berambut panjang dan gaun putih dengan lubang di bagian punggungnya. Ia menjadi arwah gentayangan yang menyimpan balas dendam kepada orang-orang berdosa di masa lalunya, terutama pelaku santet yang menewaskan Suzzanna dan bayi dalam kandungannya.
C. KELEBIHAN
Film ini berfokus pada hantu perempuan korban eksploitasi yang Kembali untuk balas dendam. Film ini tetap terasa mencekam tanpa jumpscare kemudian kerennya film ini juga turut menggabungkan elemen romansa, komedi, serta sedikit aksi, bukan sekadar horor. Penggabungan elemen ini pun membuat ceritanya yang standar tersebut jadi terasa sedikit lebih berwarna.
D. KEKURANGAN
Pengemasan cerita dalam film ini berlangsung dengan cukup bertele-tele. merasa ada banyak momen yang tidak terlalu penting pada filmnya, yang sebenarnya bisa saja dipotong durasi filmnya sehingga tidak terlalu panjang. Film ini juga menampilkan soundtrack yang terasa kurang pas pada saat memvisualisasikan masa kelam. Tapi terlepas dari hal tersebut, eksekusi penyelesaian konflik pada ending filmnya terbilang berlangsung dengan sangat baik.
Komentar
Posting Komentar